Tidayu, kependekan dari Bahasa Melayu Dayak Cina, adalah 3 kelompok etnis terbesar yang mendiami wilayah Kota Singkawang. Orang-orang dulu hidup berdampingan dan tentu saja sangat harmonis. Kota Singkawang adalah kota kecil di Kalimantan Barat. Namun, nuansa bangunan tua dan kuliner sangat dinikmati oleh wisatawan yang datang. Waktu perjalanan dari Bandara Supadio ke kota adalah sekitar 3,5 jam perjalanan darat. Dan setiap tahun kota Singkawang selalu dikunjungi oleh wisatawan selama Tahun Baru Imlek atau perayaan Tahun Baru Imlek, bersama dengan rangkaiannya.

tahun baru Imlek

Menjelang Tahun Baru Imlek, jalan-jalan kota dihiasi dengan lentera merah cerah yang dipajang atau digantung di sepanjang jalan raya. Selain itu, sejak perayaan Tahun Baru Cina, hiburan diadakan di Stadion Kridasana yang dimeriahkan oleh seniman lokal dan kadang-kadang nasional, pertunjukan seni budaya, pameran dan sebagainya. Acara ini selalu ramai hingga 15 hari hingga perayaan Cap Go Meh Festival.

Gantungan lampion yang menghiasi kota Singkawang.

Parade Lentera

Hari 14 telah tiba, menunggu puncak hari ke 15 di hari berikutnya, mengadakan Parade Lentera di malam hari yang diadakan pada jam 9 malam di Pusat Kota Singkawang. Pawai digelar untuk menyambut puncak perayaan Cap Go Meh. Cap Go Meh adalah tanda bahwa itu adalah puncak bulan purnama pertama setelah tahun baru. Berbagai atraksi ditampilkan termasuk drum band, parade replika naga dan mobil dekoratif yang melewati pusat Kota Singkawang. Orang-orang yang menonton sudah berkerumun di jalan-jalan, 1 hingga 2 jam sebelum pawai.

Candi tertua di Singkawang.

Prosesi tatung di puncak perayaan Cap Go Meh

Puncak Festival Cap Go Meh tiba, sekitar jam 8 pagi, orang-orang yang memadati Kota Singkawang lebih banyak daripada perayaan parade lentera. Aroma dupa menguar di mana-mana. Sebelum prosesi dimulai, biasanya dimulai dengan tarian pembuka Mulailah dari Jalan Diponegoro.

800 tatung dimulai dalam prosesi, setiap prosesi dilakukan oleh puluhan orang dengan 1 atau 2 tatung berdiri di atasnya. Pengertian Tatung yang berasal dari bahasa Mandarin adalah Tiao Tong. Tiao berarti melompat dan Tong atau Tong Ji berarti anak-anak ilahi. Makna dari Tatung itu sendiri adalah manusia yang dimasuki oleh roh dewa atau leluhur.

Orang-orang Singkawang percaya bahwa roh yang memasuki tubuh mereka bertujuan untuk membantu orang-orang mencapai kedamaian, untuk menjaga dari gangguan roh-roh lain, dan untuk memberikan perawatan. Prosesi Tatung disertai oleh gong gong, drum, dan peralatan musik lainnya. Daya tarik unik dan ekstrim yang dilakukan oleh Tatung adalah bahwa mereka berdiri di ujung tombak dan / atau mandau tajam tanpa kaki telanjang. Jarum besi menembus pipi dan bibir mereka dan mereka mengunyah lidah dan leher mereka menggunakan pisau atau pedang. Namun, tidak sedikitpun menyebabkan cedera. Selain itu, Tatung juga menunjukkan makan ayam yang masih hidup saat diarak.

Tongkat yang menempelkan senjata tajam ke tubuh.

Tempat yang menarik untuk dikunjungi di Pusat Kota Singkawang

Nah, selain itu kita dapat menikmati serangkaian Festival Cap Go Meh yang dimulai dari Tahun Baru Imlek selama sekitar 2 minggu, jangan lewatkan untuk mengambil gambar di tempat-tempat menarik di pusat kota.

· Monumen Naga, lokasinya ada di Jalan Niaga, Melayu, Singkawang Barat. Tepat di perempatan, patung emas ini melilit sebuah monumen. Ukurannya tidak terlalu tinggi tetapi para wisatawan yang datang tidak ketinggalan untuk mengambil gambar di sini. Di sekitar monumen, dikelilingi oleh toko-toko dengan bangunan yang relatif tua.

· Tri Dharma Bumi Raya Vihara, meskipun ukurannya tidak besar, candi ini adalah yang tertua di Singkawang dan telah berdiri sejak 1878. Lokasinya berada di Jalan Kelurahan Melayu dan tidak jauh dari Masjid Agung Singkawang.

Posting Arakan Tatung di Festival Cap Go Meh di Kota Singkawang muncul pertama kali di Blog Travel Indonesia.