Toraja, WBN-Tana Toraja yang terletak di Provinsi Sulawesi Selatan ini memang terkenal sebagai salah satu tempat wisata paling populer di Indonesia. Anda dapat menikmati berbagai budaya khas suku Toraja yang mendiami daerah pegunungan dengan budaya khas Austronesia.

Orang Toraja mematuhi adat, aturan, dan ritual tradisional yang ketat yang ditentukan oleh leluhur mereka. Meskipun mayoritas orang Toraja saat ini memeluk agama Protestan atau Katolik, tradisi leluhur dan upacara ritual khas Tana Toraja masih dipraktikkan oleh mereka.

Jika Anda berencana untuk mengunjungi Tana Toraja, Anda dapat mencoba budaya mereka yang unik dan berbeda. Mulai dari rumah adat Tongkonan, upacara pemakaman Rambu Solo, Pemakaman Gua Londa, Pemakaman Batu Lemo, atau Pemakaman Bayi Kambira.

Terkenal karena ritual penguburannya yang unik dan berbeda dari pemakaman pada umumnya, ritual pemakaman ini disebut Rambu Solo. Apa ritual pemakaman khas Toraja yang unik? Boleh, pertimbangkan ringkasan berikut.

1. Menandatangani solo, tradisi pemakaman Toraja dari masa lalu hingga sekarang

<img class = "i-amphtml-blurry-placeholder" src = "data :; base64,

Tana Toraja dikenal karena dua jenis upacara tradisional yang populer yaitu Rambu Solo dan Rambu Tuka. Rambu Solo adalah layanan pemakaman, Rambu Tuku adalah upacara untuk rumah tradisional yang baru saja direnovasi.

Upaya pemakaman Rambu Solo dikatakan sebagai serangkaian kegiatan untuk membebaskan orang-orang yang telah meninggal dengan biaya yang signifikan.

Persiapan untuk upacara ini telah direncanakan selama berbulan-bulan, bahkan mereka harus menghemat biaya pemakaman selama berbulan-bulan.

Sambil menunggu pemakaman siap, tubuh almarhum dibungkus kain dan disimpan di rumah leluhur atau rumah tradisional tongkonan.

Orang yang mati hanya dianggap makula atau ditafsirkan sebagai orang sakit yang masih perlu dirawat dan diperlakukan seolah-olah mereka masih hidup.

Dalam pemakaman, untuk para bangsawan yang meninggal mereka biasanya akan memotong seekor kerbau dalam jumlah 24 hingga 100 ekor sebagai pengorbanan (Ma & # 39; tinggoro Tedong).

Upacara pemotongan adalah salah satu atraksi khusus Tana Toraja dengan memotong leher kerbau menggunakan parang dalam satu ayunan.