Yogyakarta dikenal sebagai kota yang penuh dengan budaya yang masih berkelanjutan hingga saat ini. Bentuk-bentuk budayanya bervariasi, ada yang berupa kuliner, pakaian /mode, adat istiadat, kearifan lokal, pertunjukan dan bangunan. Berbicara tentang bangunan, sudah tidak asing lagi bahwa di Yogyakarta merupakan salah satu daerah yang memiliki banyak peninggalan bangunan candi, baik candi Hindu maupun Budha. Selain candi-candi terkenal seperti candi Prambanan dan Ratu Boko, Yogyakarta juga memiliki candi yang tidak kalah menarik. Candi ini adalah Candi Sari. Candi Sari adalah salah satu candi bergaya Budha yang terletak di Yogyakarta, tepatnya di dusun Bendan, Tirtomartani, Kalasan, Sleman. Candi ini terletak di timur laut Candi Kalasan.

Bagi wisatawan yang sedang berlibur di Yogyakarta dan mengunjungi Candi Prambanan, Anda harus mampir ke Candi Sari ini. Meski tidak setenar Candi Prambanan, siapa pun tidak akan menyesal mengunjungi tempat ini. Kita hanya perlu membayar tiket masuk Rp5.000 / orang untuk wisatawan domestik, dan Rp10.000 / orang untuk wisatawan asing. Tentu saja harga yang sangat pas untuk kalangan manapun. Selain itu, peralatan foto seperti kamera digital tidak akan dikenakan biaya lagi.

Candi Sari menghadirkan kemegahan bangunan bertingkat dengan arsitektur unik di tengah kota. Dari pintu masuk ke area candi, kita akan melihat keberanian Kuil Sari dari kejauhan. Sampai akhirnya akan tiba di pintu masuk, disambut dengan bangunan besar yang menjulang tinggi dengan semua ukiran yang menghiasi tambun. Sebelum berjalan di sekitar area Candi Sari, wisatawan harus mengisi daftar kunjungan terlebih dahulu di pos jaga dan juga membeli tiket masuk.

Relief di dinding kuil.

Hampir sama dengan candi-candi lain di sekitarnya, Candi Sari dikelilingi oleh pepohonan dan rumput hijau yang menambah kesejukan dan kenyamanan para pengunjung. Meski ada banyak pengunjung pohon dan anak-anak, kebersihan lingkungan candi tetap terjaga. Bahkan, Candi Sari juga bisa dijadikan referensi untuk menghabiskan waktu bersama keluarga karena area rumput di sebelah candi cukup luas.

Menurut penjelasan informasi di Candi Sari yang ditulis oleh Pusat Konservasi Warisan Budaya Yogyakarta (BPCB), candi ini pernah ditemukan dalam kondisi rusak. Meski seluruh bangunan sepertinya tidak runtuh. Pada tahun 1929/30 renovasi dilakukan untuk pertama kalinya meskipun kondisinya tidak sempurna, yaitu lorong di sekitar bangunan, dan pemirsa di pintu masuk dan stupa atap tidak dipasang utuh karena jenazahnya telah hilang.

Reruntuhan batu candi.

Candi Sari memiliki denah persegi panjang dengan konstruksi bangunan bertingkat. Kuil ini dibagi menjadi tiga kamar yang mungkin telah ditempatkan di patung Buddha yang diapit oleh para Bodhisattva. Sebelumnya diperkirakan bahwa pembagian antara bilik atas dan bawah candi dipisahkan dari lantai kayu. Candi Sari adalah bangunan candi yang memiliki sisi arsitektur yang unik. Di dinding luar kuil terdapat 38 relief Bodhisattva, 8 di sisi timur, utara dan selatan, dan 14 di sisi barat. Relief di candi ini digambarkan berdiri dengan memegang bunga lotus. Di sisi kanan dan kiri setiap jendela candi adalah makhluk pahatan dalam bentuk kinara dan kinari, yang merupakan makhluk bertubuh burung dengan kepala manusia.

Ketika mulai memasuki bagian dalam candi kita harus berhati-hati karena undakannya cukup tinggi dan cukup curam. Saat memasuki kita akan melihat ruangan besar dan besar dengan batu-batu yang tertata rapi. Di dalam, pengunjung dapat berjalan-jalan dan juga mengambil foto. Jika Anda ingin mengetahui informasi lebih lengkap tentang sejarah candi, kami dapat meminta penjaga candi untuk menemani Anda berkeliling. Jadi tunggu apa lagi, ayo pergi ke Kuil Sari!

Tur sejarah Post di Candi Sari yang megah muncul pertama di Travel Blog Indonesia.