WBN NTT │Untuk mencegah penularan Virus Corona Covid-19, Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat melarang semua Aparatur Sipil Negara dari Pemerintah Provinsi NTT dari 15 Maret 2020 hingga batas waktu pengumuman berikutnya, dilarang melayani di luar kawasan.

Penegasan Gubernur Nusa Tenggara Timur disampaikan melalui rilis media, pernyataan Kepala Biro Hubungan Masyarakat Pemerintah Provinsi NTT, Marius Ardu Jelamu, pada 15 Maret 2020.

Terjemahan instruksi Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat dilanjutkan dengan menginstruksikan seluruh Organisasi Kepemimpinan Daerah (OPD) untuk tidak menugaskan semua ASN di NTT di luar wilayah.

Lebih lanjut diperintahkan bahwa semua Dokumen Perjalanan Layanan Regional yang telah dikeluarkan, harus dibatalkan lagi.

Instruksi Gubernur NTT diikuti oleh Instruksi tertulis yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Sementara itu, berdasarkan keputusan rapat teknis dari semua peringkat penting dalam lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur termasuk Kepolisian Republik Indonesia yang diadakan di Kota Kupang (16/3), Gubernur NTT, Viktor Laiskodat memutuskan untuk menutup lintas batas lintas perbatasan (PLBN) NTT-Timor Leste selama dua bulan ke depan, hingga Mei 2020.

Menurut Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, penutupan gerbang perbatasan Timor Leste – Indonesia di Motaain PLBN adalah upaya untuk mencegah penyebaran Corona Covid-19 meskipun diakui bahwa belum ada laporan tentang Covid-19 Corona virus di wilayah perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste. │WBN NTT urAurel Do'o│Redpel-Indra