Info Budaya : Salah satu simbol suku adalah rumah tradisional. Dan di Indonesia dengan beragam suku, rumah-rumah tradisional sangat beragam dengan simbol-simbol falsafa.

Tur Indonesia wae rebo rumah tradisional mbaru niang (gambar: Capture Youtube)
Tur Indonesia wae rebo rumah tradisional mbaru niang (gambar: Capture Youtube)

Di Nusa Tengga Timur (NTT) ada rumah kerucut bernama Mbaru Niang. Rumah tradisional ini berada di Pulau Flores, Indonesia. Untuk melihat rumah tradisional ini, kami harus pergi ke desa karena jarang ditemukan. Di Wae Rebo terpencil ini, ada beberapa rumah kerucut atau Mbaru Niang.

Tourism Indonesia Salah satu pemandangan saat menuju ke Wae Rebo (gambar: Capture Youtube)
Tourism Indonesia Salah satu pemandangan saat menuju ke Wae Rebo (gambar: Capture Youtube)

Baca: Peradaban Pra-Sejarah Ini Masih Tidak Diketahui

Ciri khas rumah adat Mbaru Niang di Wae Rebo, memiliki ketinggian hingga 15 meter dan memiliki 5 lantai, ciri khas yang terlihat dari luar tentu berbentuk kerucut.

Atap rumah kerucut ini terbuat dari daun kelapa dan atapnya hampir menyentuh tanah. Jika diamati dari luar mirip dengan rumah tradisional "Hanoi" di Papua.

Mbaru Niang adalah rumah dengan struktur yang cukup tinggi, berbentuk kerucut yang seluruhnya ditutupi oleh serat kelapa. Mbaru Niang memiliki 5 lantai dan terbuat dari kayu dan bambu Worok dan dibangun tanpa paku. Tali pengikat rotan yang kuat mengikat konstruksi bangunan. Setiap mbaru niang dihuni oleh enam hingga delapan keluarga.

Pariwisata Indonesia Rumah tradisional Kerucut Webo Rebo (Mbaru Niang) (gambar: Capture Youtube)
Pariwisata Indonesia Rumah tradisional Kerucut Webo Rebo (Mbaru Niang) (gambar: Capture Youtube)

Baca: Perkembangan Dramaturgi dalam Pertunjukan Kontemporer oleh Petter Eckersall

Setiap lantai rumah Mbaru Niang memiliki ruangan dengan fungsi yang berbeda, yaitu:

  1. Tingkat pertama disebut lutur digunakan sebagai tempat tinggal dan berkumpul bersama keluarga
  2. Tingkat kedua dalam bentuk loteng atau disebut lobo berfungsi untuk menyimpan makanan dan barang sehari-hari
  3. Tingkat ketiga disebut lentar untuk menyimpan benih tanaman pangan, seperti biji jagung, beras, dan kacang-kacangan
  4. Tingkat keempat, disebut lempa rae, disediakan untuk persediaan makanan jika terjadi kekeringan,
  5. Tingkat kelima disebut kode kode untuk mempersembahkan korban kepada leluhur.

Baca: Pergeseran Masyarakat Sosialistik Menjadi Masyarakat Materialistik

Kunjungi kawasan wisata Wae Rebo, di mana lokasinya berbatasan langsung dengan Taman Nasional Komodo. Wae Rebo terletak di Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Flores. Wae Rebo kini telah tumbuh menjadi tujuan favorit untuk ekowisata. Untuk sampai ke Wae Rebo, Anda dapat memilih rute melalui Ruteng dan trekking dari Desa Sebu Denge ke Sungai Ras Wae.

Desa Wae Rebo dapat ditempuh 4 jam perjalanan darat dari Ruteng dengan medan berliku ke Desa Dintor. Dari Dintor, lalu lurus ke atas. Melewati sawah dan jalan setapak dari Sebu ke Denge. Perjalanan berlanjut menuju Balap Sungai Wae. Hanya setelah sungai akan tiba di Desa Wae Rebo.

Baca: Benarkah Budaya Toraja Bergeser?

Informasi budaya sobat yang ingin mengunjungi Wae Rebo dan menikmati keunikan rumah kerucut (Mbaru Niang) dalam perjalanan Anda akan menemukan pemandangan sabana yang membuat Anda tidak dapat menahan sefie di daerah tersebut.

Tur Indonesia wae rebo rumah tradisional mbaru niang (gambar: Capture Youtube)
Tur Indonesia wae rebo rumah tradisional mbaru niang (gambar: Capture Youtube)

Baca: Taman Laut Takabonerate yang Memikat

Bukan hanya kegembiraan sabana yang Anda temukan dalam perjalanan ke Wae Rebo, rasanya seperti Anda berada dalam kabut ketika melewati area Bintor, hanya sangat menyenangkan pergi ke Wae Rebo, menikmati pemandangan alam dari dalam Rumah Kerucut (Mbaru Niang)