WBN, Tanggerang, Banten – Museum Golok Indonesia yang beralamat di Villa Melati Mas Jl.Cemara Serpong Tanggerang Banten resmi didirikan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang, pada Rabu, 15/7/20 setelah resmi mendapatkan legalitas dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

Koleksi berbagai jenis golok di Museum Golok Indonesia saat ini.

Menurut Ketua Museum Indonesia Carin Lim, museum ini sangat perlu ada di Indonesia karena mengingat sejarah parang yang panjang, parang juga merupakan salah satu senjata pamungkas para pejuang kemerdekaan Indonesia dalam merebut kemerdekaan Republik. Indonesia. Keberadaannya sangat diakui di wilayah Indonesia khususnya Jawa Barat. dan terbukti parang juga merupakan warisan nenek moyang bangsa Indonesia yang harus kita lindungi dan lestarikan.

Museum Golok Indonesia memiliki koleksi kurang lebih 1000 parang yang umumnya diperkirakan lebih dari 500 tahun yang lalu dengan berbagai jenis gagang langka seperti paryaman, cakar kidang, makara, butho toreng, tumang, singo barong dan lain-lain. Ada juga berbagai macam bilah yang tersebar di berbagai daerah / nusantara seperti coodug / tip down, salam nunggal, parutan sintung, paut nyere dan lain-lain. Golok-golok ini tampil cantik berbalut material pamor dan meteorit.

Ketua Museum Golok Indonesia, Pembina dan Pendiri Museum Indonesia bersama perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang dan Provinsi Banten.

Profesor David Darmawan selaku pembina Museum Golok Indonesia menyampaikan bahwa Golok harus viral baik melalui media cetak maupun sosial di dunia internasional sebagai salah satu Warisan Budaya Bangsa Indonesia agar tidak diakui oleh bangsa lain.

Sebagai langkah awal kami akan mengadakan Seminar Internasional yang akan diadakan pada tanggal 25/9/20 di Ritz Carlton Pacific Place SCBD Jakarta. Dan kedepannya kita akan mengadakan seminar di luar negeri seperti di Belanda, Perancis, Amerika dan negara lainnya dengan konsep Golok Go To UNESCO, ujarnya.

Museum ini merupakan Museum Golok pertama di Indonesia dengan harapan kedepannya dapat meningkatkan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya melestarikan dan melestarikan nilai-nilai budaya warisan leluhur kita serta untuk mengenalkan kepada generasi muda khususnya bangsa Indonesia. Sehingga Warisan Budaya Nasional tidak akan tergerus oleh zaman yang semakin canggih dan modern, ujar Ki Kumbang, pendiri dan kurator Museum Golok Indonesia.

Penulis Lismi | redpel ndra