Makassar, – Andi Iskandar Esa Dg Pasore sebagai Ketua Kantor Adat Passereanta Firman Sombali dari Kerajaan Islam Twin Gowa Tallo serta ketua Dewan Adat dan juga Penjabat Raja Tallo. Putih dan mencurinya di lokasi tanah adat.

Andi Iskandar menganggap ini sangat tidak manusiawi, karena membawa nama Royal Indigenous Institution sebagai simbol kebesaran. Diketahui bahwa bendera yang hilang di Lokasi Tanah Adat di Parangloe, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, yang saat ini sedang dalam polemik dengan perusahaan di Parangloe pada Kamis, 30/04/2020.

"Ini adalah pelecehan bagi kami sebagai Lembaga Adat, apalagi kami membuat pos dan memasang bendera kami di tanah Adat Kerajaan Tallo di Parangloe dan kemudian dirusak dan dicuri oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, ini membuat kami marah tentang hal ini semacam aksi. ada adat istiadat, dan kami juga kaget kenapa ada pos Brimob yang berdiri di atas tanah adat kami dan melarang kegiatan adat di tanah kami sendiri ", jelas Andi Iskandar Esa Dg Pasore kepada awak media, Kamis (30/4). 2020).

Andi Iskandar berharap keadilan dan tindakan dari berbagai pihak mengenai hal ini, karena ketua dewan adat menganggap partai adat terus diteror dalam setiap kegiatan di tanahnya sendiri.

"Kita berdiri di tanah kita sendiri berdasarkan Rincik Sporadit dan bukti pendukung lainnya, mengapa kita tampaknya dikucilkan di tanah kita sendiri oleh Seseorang, apakah ini semua rencana bagaimana melemahkan dan merebut harta kerajaan oleh siapa pun," Andi Iskandar menjelaskan dengan nada sedih kepada awak media.